Tulisan ini dibuat ketika buku The International JEW, Membongkar Makar Zionisme Internasional pinjaman dari Rizki Ehsy Pangarso sudah selesai dibaca. dan alhamdulillahnya (rejeki anak yatim), dapat buku bacaan baru dari Ibrahim Aziz Sutansyah, karangan Douglas Holt & Douglas Cameron perihal tidak bergunanya model strategi dan inovasi konvensional, atau dalam bahasanya, mereka sebut sebagai keortodokan kultural. silakan membaca buku terbitan PT Elex Media Komputindo ini, aku masih menciumi wanginya kertas buku yang kupinjam. MUNCULNYA BADAN TEATRIKAL YAHUDI Ketika hasil mengerikan pengendalian Yahudi atas teater di atas dapat diterapkan semunya dengan poin keempat. Rahasia perubahan tersebut terletak pada semangat bangsa Yahudi untuk mengkomersialisasikan segala sesuatu yang mereka sentuh. Fokus sudah bergeser, dari masalah panggung menjadi masalah box office. Kebijakan Basi yang mengatakan “memberikan publik apa pun yang mereka inginkan” adalah kebijakan yang ...