Langsung ke konten utama

Detail, Apa Itu?

·    

     Kritik perlu, berkarya itu penting. Rekaman-rekaman sekitar tentang keseharian menjadi acuan saya dalam membuat filem, tulisan ataupun ketika membicarakan satu dan banyak hal lain. 'rekam keseharian', biasa saya menyebutnya untuk metode dan pijakan dalam berkarya. Mirza Jaka Suryana adalah seorang Periset dan Penulis yang baru saja meluncurkan buku penelitian bersama teman-temannya tentang "METOLOGI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL; Pendekatan Paradigmatik dan Pendekatan Alternatif". Semoga tulisan ini bisa mendedah kembali tentang apa itu detail dalam sebuah karya tulis. Selamat menikmati. Salam.  

1  19/09/2014 20:20
    Mohammad Fauzi
halo omjek
·         
19/09/2014 20:28
yo, zi
·         
19/09/2014 20:28
ada kabar apa nih jam 20:29 hehee
mau minta kritik atas dua tulisan nji
rangjebor dan bertemu arief yudi
bisa?
·         
19/09/2014 20:29
bisa
nanti maleman dikit ya
·         
19/09/2014 20:31
alhamdulillah
hahaaaa
ditunggu ya omjek
malemnya jam berapa?
·         
19/09/2014 20:32
insyaallah jam satuan
·         
19/09/2014 20:33
ammiin
ok omjek ditunggu
·         
19/09/2014 20:34
sip zi
·         
19/09/2014 20:34
salam hangat untuk si kecil yang lucu-lucu itu
·         
19/09/2014 20:34
selamat ya
filmnya bagus
·         
20/09/2014 1:00
halo om
·         
20/09/2014 2:48
ntar gw baca dl ya
·         
20/09/2014 2:57
ok om
·         
20/09/2014 2:59
mohzi.blogspot.com
·         
20/09/2014 2:59
mohzimohzi: Bertemu Arief Yudi
mohzi.blogspot.com
·         
20/09/2014 3:00
untuk bertemu arief yudi sebenarnya udah bagus, cuma di bagian akhir lo kehilangan fokus. cerita orang kehilangan motor itu jadi tulisan yang lain yang gak bersambungan sama cerita awal tulisan lo
·         
20/09/2014 3:01
ok
sebentar nji baca ulang lagi
·         
20/09/2014 3:01
yang rangjebor menarik sih
·         
20/09/2014 3:05
hmmm nji baru inget kenapa motor nji masukin sebagai bagian
nji berpikir tentang situasi terkini, yang paling gampang nji sebut antara jakarta dan jatiwangi
bagaimana situasi kota jakarta yang sangat ramai akan pendatang
sedangkan jatiwangi yang merupakan kebanyakan warga asli setempat
ternyata situasi yang terkini dan nji temui hal serupa dengan masalah-masalah ibukota
apa hal tersebut dipengaruhi percepatan pembangunan daerah hingga menimbulkan hal lain daripada biasanya
·         
20/09/2014 3:08
terus apa pentingnya kesamaan itu?
·         
20/09/2014 3:09
mitos baru
mitos yang memang mereka sedang usung
jakarta sudah dekat
·         
20/09/2014 3:10
jakarta sudah dekat, padahal mereka sudah berjalan jauh
sampe ke luar negeri juga
mitos apa kalo gitu?
·         
20/09/2014 3:11
mitos dari percepatan-percepatan dari proyek-proyek pemerintah, misal pembangunan jalan tol dan bandara
dan prilaku serta situs-situs yang akan hilang
·         
20/09/2014 3:13
terus ada perubahan sikap masyarakat gak? ada perubahan kondisi ekonomi politik masyarakatnya gak percepatan itu?
·         
20/09/2014 3:14
ada, dengan motor hilang itu sebagai penanda umum akan saling keterkenalan mereka yang biasanya, ketika hidup di kampung... satu dan lainnya saling mengenal dan menjaga
pasti ada, yang paling terlihat itu berdirinya warung-warung baru dan aktivitas yang lebih malam, tidak seperti biasanya
·         
20/09/2014 3:19
nah, detail yang kurang
detail bisa dijadikan penegasan gagasan
kenapa misalnya motor itu harus masuk dalam tulisan, karena lo pengen nunjukin detail
lo pengen nunjukin gagasan perubahan sosial politik dari satu peristiwa
·         
20/09/2014 3:21
takut bawel om hehee
tapi bagaimana caranya agar tidak jadi bawel
·         
20/09/2014 3:22
bikin detail
bawel tuh kalo lo ngalor ngidul tapi gak ada isinya
gagasan apa dulu yang mau lotunjukin
perkuat dengan detail
·         
20/09/2014 3:23
ooo begitu
hmmm... sebaiknya bagaimana ya?
apa nji sunting ulang
atau biarin aja
·         
20/09/2014 3:24
misalnya gini, lo perhatiin cara ngomong ugeng
kenapa dia keliatan seperti ngalor ngidul
karena dia mau nunjukin detail
apa dia bawel?
orang yang pertama kenal dia pasti bilang begitu
·         
20/09/2014 3:25
engga. menurut nji
·         
20/09/2014 3:25
tapi kalo diperhatiin lagi, dia punya gagasan penting
dan dia perkuat dengan detail
gpp
tulisannya gak usah diedit ulang
lo bikin aja tulisan baru yang lebih detail
tentang apa itu rangjebor
kenapa dia jadi 'jatidiri' jatiwangi
orang2nya seperti apa
ya, lo tau sendirilah
·         
20/09/2014 3:29
ok
nanti tolong cek kedalamannya ya omjek kalo ada waktu
·         
20/09/2014 3:30
sip
·         
20/09/2014 3:30
kalo rangjebor kenapa menarik, menariknya dimana?
·         
20/09/2014 3:31
detailnya sedikit keliatan
·         
20/09/2014 3:33
eh nji nanya dulu, apakah ini layak dibaca?
·         
20/09/2014 3:34
Layaklah.

*Tulisan ini hasil salin-ulang dari media sosial Facebook

*Tulisan ini disunting oleh Rizkyan Adiyudha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

panah•TERARAH•panah

Tidak Punya Konsep Politik Kebudayaan filem Nasional Lesu

     Mendung masih meliputi filem nasional yang masih lesu, sementara Festival Filem Indonesia (FFI) yang diselenggarakan tiap tahunnya, pada 1993 kemarin sepi dari kegiatan tersebut. Tapi menurut sutradara terbaik FFI 1992, Chaerul Umam, banyak hal penyebab filem Indonesia lesu di antaranya adalah situasi persaingan yang tidak wajar dengan AS.     “Dari persaingan itu, filem-filem AS seenaknya masuk begitu saja tanpa ada seleksi atau saringan.” Kata Chaerul Umam dalam perbincangan khusus dengan Surat Kabar Merdeka, awal pekan ini di Jakarta. Penyebab lainnya, adalah masalah pendidikan perfileman untuk orang-orang filem sendiri tidak digalakkan. “Sebetulnya kita bisa saja menyekolahkan sineas-sineas kita keluar negeri.   Sebab, kesenian filem itu 75 persen kesenian tekhnologi, sementara kita dengan tekhnologinya belum menguasai,” ujar sutradara yang akrab dipanggil mamang ini.     Walau diakui juga bahwa kelesuan perfileman nasional kes...

MEREKA JANG MENJADI KORBAN SIA-SIA.

.... , Ketika pasukan-pasukan R.I. bergerak mendekati Madiun, pasukan-pasukan R.K.I. jang mengundurkan diri dari kota Madiun bergerak menudju keselatan. Ditengah jalan mereka terpisah mendjadi dua kelompok besar, jaitu sekelompok pasukan jang terus bergerak keselatan dibawah pimpinan Musso, sedang lainnja dipimpin oleh Amir. Pasukan Amir ini demi melihat daerah turugval basis mereka dilereng gunung Wilis telah djatuh ditangan pasukan-pasukan R.I., maka Amir memimpin pasukannja menudju kearah Barat dan terus kembali membelok keutara melalui hutan-hutan dilereng gunung Lawu dengan tudjuan daerah purwodadi atau daerah tjepu, Rembang, dimana mereka akan mengharapkan akan mendapatkan perlindungan dan bantuan dari rakjat. Kisah bergeraknja pasukan-pasukan komunis jang dipimpin oleh Amir kearah utara ini adalah merupakan kisah jang benar-benar menjeramkan bulu roma. Disetiap desa atau tempat jang dilalui pasukan ini djumlah pasukan semakin besar, karena mereka memaksa penduduk, terutama pem...