Langsung ke konten utama
STUDI TARJAMA;  
EKSPERIMENTASI ADEGAN-ADEGAN 


JIWA-JIWA MATI. PENULIS NIKOLAI VASILIEVICH GOGOL
TERBITAN: PUSTAKA JAYA.
Diterjemahkan Oleh KOESALAH SOEBAGYO TOER
Tahun terbit: 1982


STAGES ON BODY AND SHAPES
Edisi X 69 Performance Club
9 Februari 2017
di Forum Sinema, Gudang Sarinah Ekosistem


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


HANIF ALGHIFARI - EQUAL.

…. , tak ada kota-kota dengan istana-istana tinggi berjendela banyak yang dibangun di atas batu karang, tak ada pohon-pohon yang permai, tak ada rumah-rumah terselimuti tanaman rambat dan percikan abadi air terjun yang akan menggembirakan musafir dan mempesonakan pandangan mata;  kepala tak akan ditarik ke belakang agar dapat memandang batu-batu karang raksasa dengan timbunan-timbunan tanpa akhir yang tinggi di atasnya; dengan melalui relung-relung gelap bersusun-susun serta dikusutkan oleh tanaman rambat, aivi dan berjuta mawar liar yang tidak terhitung jumlahnya - dengan melalui relung-relung gelap ia tak akan melihat jajaran abadi gunung-gunung di kejauhan yang bercahaya redup dan menjulang ke langit keperakan dan cemerlang. 

HANIF ALGHIFARI - EQUAL.

Segalanya dalam keadaan terbuka, kosong, datar; kota-kotamu yang rendah letaknya menempel seperti titik-titik di atas dataranmu seperti yang hampir tidak kelihatan; tak ada yang akan menipu atau menggiurkan mata. 

HANIF ALGHIFARI - EQUAL.

Tetapi, kekuatan aneh dan ajaib macam apakah yang menarik padamu? Mengapa lagumu yang penuh duka itu, yang tersebar ke seluruh dataranmu dari laut ke laut, bergema dan bergema lagi  tak putus-putusnya di telingaku? Apa yang yang ada dilagu itu? Siapa yang memanggil, dan tersedu-sedu, dan mencekam hatiku? Suara-suara apakah itu yang membelaiku demikian pedih, yang merasuk ke dalam jiwaku dan membelit-belit hatiku? Suara-suara apakah itu yang membelaiku demikian pedih, yang merasuk ke dalam jiwaku dan membelit-belit hatiku? Rusia! Apakah yang ….

.
.
.

…. , dan itulah sesungguhnya yang menyebabkan ia terbangun. Sesudah memandang sekitar kamar barulah sekarang ia mengerti bahwa gambar-gambar itu tidak semuanya gambar burung; di antaranya tergantung potret Jenderal Besar Kutuzov dan lukisan minyak seorang tuan yang tua  dengan manset merah pada pakaian seragamnya, seperti yang dipakai orang di masa pemerintahan Paul I. Lonceng mulai mendesis lagi dan memukul sepuluh kali. Sebuah wajah perempuan mengintip dari pintu dan segera menghilang kembali, karena untuk memperoleh tidur yang lebih damai Chichikov telah melepaskan betul-betul segala sesuatunya. Wajah yang mengintip itu rasanya sudah dikenalnya. Ia pun mencoba mengingat-ingatnya siapa itu, dan akhirnya sadarlah: itu nyonya rumah, Dikenakannya kemeja; pakaiannya dalam sekejap kering dan tersikat terletak di sampingnya. Sesudah berpakaian ia mendekati cermin dan bersin lagi demikian keras hingga seekor jago kalkun yang waktu itu di dekat jendela - jendela itu dekat sekali dengan tanah - tiba-tiba mulai menyerukan sesuatu yang sangat cepatnya dengan bahasa yang aneh, barangkali mengatakan, “Tuhan memberkatimu, Tuan,” dan atas itu Chichikov membalas dengan menyebutnya si tolol terkutuk. 

RAGIL DWI PUTRA - GLANCE IN THE MIRROR.

Di jendela, ia merenungi pemandangan yang ada di hadapannya; Jendela itu berhadapan dengan kandang ayam; setidak-tidaknya pekarangan yang kecil dan sempit itu penuh dengan segala macam burung jinak dan segala jenis binatang ternak. Di situ terdapat beratus-ratus kalkun dan ayam; ….

.
.
.


OTTY WIDASARI - ATLAS.

“Perlu saya nyatakan bahwa saya pun berpikir demikian,” kata nyonya yang hanya menyenangkan hati itu, bukan tanpa nada terkejut, dan ketika itu pula ia pula ia pun sadar akan hasratnya yang sangat untuk mengetahui apa gerangan yang ada dibalik itu. Ia bahkan mengatakan secara pelan-pelan dan disengaja, “ Dan apa menurut pendapat anda yang ada dibalik itu?” 
“Yah, dan apa menurut anda?”
“Menurut pendapat saya? perlu saya nyatakan bahwa saya betul-betul bingung.”
“Tetapi walaupun demikian, saya ingin mengetahui pendapat anda yang sebenarnya tentang itu.


OTTY WIDASARI - ATLAS.

Tetapi nyonya yang hanya menyenangkan itu tak dapat memikirkan sesuatu pun untuk dikatakan. Ia hanya dapat merasa gempar, tetapi tidak memiliki cukup kekuatan berpikir untuk membentuk  sesuatu gagasan yang masuk akal tentang apa sesungguhnya semua itu, itulah sebabnya mengapa ia membutuhkan persahabatan dan nasihat yang mesra.

OTTY WIDASARI - ATLAS.

“Kalau begitu, baiklah saya ceritakan apa yang disebut jiwa-jiwa mati ini,” kata nyonya yang menyenangkan dalam segala hal, dan mendengar kata-kata ini  tamunya pun mulai memperhatikan: telinga seolah-olah tegak dengan sendirinya, ia mengangkat tubuh hingga hampir-hampir tak menyentuh sofa sama sekali, dan sekalipun bangun tubuhnya agak berat, seolah-olah tiba-tiba ia menjadi jauh lebih kurus dan sama ringannya dengan bulu yang dapat mengembangkan di udara oleh tiupan angin.

OTTY WIDASARI - ATLAS.

Demikianlah seorang tuan Rusia, seorang pengendara kuda pemburu yang berani mati, sanggup masuk hutan, dan dari dalam hutan itu seekor kelinci liar yang tergugah oleh pemburu itu setiap saat dapat melompat, dan dengan kuda dan cambuknya yang terangkat setiap detik sang pemburu dapat berubah menjadi mesin yang setiap saat dapat disulut dengan korek api yang sudah menyala. Matanya menatap apa saja pada muka muram itu. Ia akan menangkap binatang itu dan membunuhnya tanpa ampun, sekalipun keluasan padang salju yang berkisar-kisar itu dapat bangkit menerpanya seraya menghamburkan bintang-bintang perak pada bibirnya, kumisnya, matanya, dahinya dan topinya yang terbuat dari kulit berang-berang.


“Jiwa-jiwa mati itu ….” kata nyonya yang menyenangkan dalam segala hal.


OTTY WIDASARI - ATLAS.

.
.
.


PINGKAN POLLA - PRACTICE MAKES A MASTER (STUDY ON SANJA IVEKOVIC).

Semua wanita sangat tidak senang dengan tingkah-laku Chichikov itu, Seorang di antaranya dengan sengaja berjalan melewatinya untuk menarik perhatian, dan bahkan secara agak gegabah menyerempet gadis berambut pirang itu dengan pinggiran bajunya yang tebal, dan dengan pintarnya memainkan selendangnya yang melambai di sekitar bahunya hingga ujungnya menerpa muka gadis itu;


PINGKAN POLLA - PRACTICE MAKES A MASTER (STUDY ON SANJA IVEKOVIC).

Semua wanita sangat tidak senang dengan tingkah-laku Chichikov itu, Seorang di antaranya dengan sengaja berjalan melewatinya untuk menarik perhatian, dan bahkan secara agak gegabah menyerempet gadis berambut pirang itu dengan pinggiran bajunya yang tebal, dan dengan pintarnya memainkan selendangnya yang melambai di sekitar bahunya hingga ujungnya menerpa muka gadis itu; dalam pada itu salah seorang wanita yang ada di belakang Chichikov meluncurkan kata-kata yang agak tajam dan pedas dari bibirnya, ditingkah bau bunga violet. Tetapi Chichikov benar-benar tidak mendengar atau berpura-pura tidak mendengar. Ia telah berbuat kesalahan, karena orang haruslah mengakui pentingnya pendapat para wanita: ia datang untuk menyatakan penyesalannya, tapi baru belakangan, ketika sudah terlambat.


PINGKAN POLLA - PRACTICE MAKES A MASTER (STUDY ON SANJA IVEKOVIC).

Pandangan mata yang menyatakan kemarahan tampak pada banyak wajah. Betapapun tinggi kedudukan Chichikov dalam masyarakat, walaupun ia jutawan, walaupun wajahnya mempunyai ekspresi keagungan dan bahkan sesuatu yang perkasa dan bersifat kemiliteran, namun ada hal-hal yang tak dapat dimaafkan oleh para wanita, siapa pun dia, dan kalau itu terjadi, kita tidak dapat meninggalkan sebagai orang yang tak dapat tertolong lagi. Ada hal-hal, bagi wanita, betapapun lembek dan lemah wataknya jika dibandingkan dengan pria, tiba-tiba bisa menjadi lebih keras, tidak hanya dari lelaki, tetapi juga dari apa saja di muka bumi ini.


PINGKAN POLLA - PRACTICE MAKES A MASTER (STUDY ON SANJA IVEKOVIC).

.
.
.

…. . Sedikit sekali yang berhasil menyelesaikan kursus itu, tetapi yang lulus ialah orang-orang yang tahu apa arti bau mesiu. Di dalam dinas, mereka menduduki pos yang paling tak kekal, sementara banyak lagi yang jauh lebih pandai dari mereka, yang tak dapat menerima segala macam sikap remeh-temeh pribadi, 

REZA AFISINA - BERBELOK DATAR MENYIMPULKAN YANG BUNDAR.

akhirnya melepaskan segalanya atau menjadi lamban dan malas, kehilangan akal sehat dan rasa hormat diri, jatuh ke tangan penerima suap dan bajingan. Tetapi murid-muridnya tidak menjadi lemah, dan karena mereka kenal hidup dan manusia serta menjadi besar oleh pengalamannya, maka mereka mempunyai pengaruh yang kuat terhadap orang-orang jahat.


REZA AFISINA - BERBELOK DATAR MENYIMPULKAN YANG BUNDAR.

Gairah anak-anak yang ambisius itu berdetak keras ketika berniat hendak ikut kursus itu, Tentetnikov tak mungkin punya guru yang lebih baik dari itu! tetapi dasar sial, baru saja ia mengikuti kursus untuk murid-murid yang terpilih itu - suatu hal yang sangat ia inginkan - maka guru yang luar biasa itu pun tiba-tiba meninggal. O, sungguh itu suatu pukulan baginya! Sungguh kehilangan pertama yang mengerikan! Alexander Petrovich digantikan oleh Fyodor Ivanovich, yang segera memusatkan perhatian pada disiplin luar dan mulai menuntut dari anak-anak itu apa yang dituntut dari orang dewasa. Ia melihat sesuatu yang tak terberangus pada tingkah lakunya yang bebas dan gampangan. Dan seolah-olah melawan pendahulunya, ia mengatakan pada hari pertama bahwa kecerdasan dan keberhasilan tak ada arti baginya, ….

REZA AFISINA - BERBELOK DATAR MENYIMPULKAN YANG BUNDAR.

.
.
.


…. demikianlah ia berdiri di berdiri di sana, bingung dan samar memandang kereta-kereta yang menderas lalu, topi-topi sheko dan senapan-senapan barisan resimen yang sedang lewat, memandang papan nama tapi tak dapat melihat sesuatu dengan jelas. Demikian dengan cara yang sama Chichikov tiba-tiba menjadi masabodoh terhadap segala sesuatu yang sedang terjadi disekitarnya. Pada waktu itu sejumlah besar isyarat dan pertanyaan yang penuh dengan kecerdikan yang paling sopan dan halus telah ditembakkan kepadanya dari bibir wangi para wanita. “Bolehkah kami penghuni dunia yang  malang ini memberanikan diri bertanya kepada Tuan, apa yang sedang Tuan mimpikan?” “Dimanakah daerah bahagia tempat mengembara pikiran tuan sekarang ini?” “Bolehkah kami mengetahui nama wanita yang mencemplungkan Tuan ke dalam alam lamunan yang manis ini?” 

PRASHASTI WILUJENG PUTRI - TAMAN BERMAIN ‘SAMBA’

Tetapi Chichikov tidak menghiraukannya, dan kalimat-kalimat yang menyenangkan itu pun hilang tidak berbekas. Ia bahkan bersikap demikian kasar dan pergi memburu-buru sesuatu, meninggalkan mereka, pergi ke ujung lain kamar itu, karena ingin tahu ke mana pergi istri Gubernur dan anaknya. Tetapi wanita agaknya tidak mau membiarkan pergi begitu cepat; masing-masing di dalam hati memutuskan hendak menggunakan segala macam senjata yang begitu berbahaya dan menggerakkan segala yang paling cocok untuk mencapai tujuannya. Perlu diperhatikan bahwa beberapa orang wanita - saya katakan “beberapa”, jadi tidak sama dengan mengatakan “semua” - memiliki kelemahan kecil: jika mereka melihat ada sesuatu yang sangat menarik pada tubuh sendiri, apakah itu dahi ataupun mulut atau tangan, maka dengan segera saja menyimpulkan bahwa bagian yang paling menarik pada wajah mereka itulah yang pertama-tama akan dilihat semua orang  dan bahwa semua orang akan sama-sama berseru seketika, “Lihat, lihat, sungguh ia memiiki hidung Yunani yang indah!” atau “Sungguh dahi yang mempesona dan bagus!” Seorang wanita yang memiliki bahu yang indah yakin  sebelumnya bahwa semua pemuda pasti akan tergiur kepada bahu itu, dan akan terus-menerus mengulangi kata-kata ini waktu wanita ini lewat, “Oh, sungguh menakjubkan bahunya!” dan bahkan tak akan menenggok pada mukanya, rambutnya, hidungnya, dahinya, atau jika mereka menenggok, hanya akan menganggapnya sebagai sesuatu yang tak ada hubungannya sama sekali dengan wanita itu, inilah yang dipikirkan sejumlah wanita. Setiap wanita bersumpah agar sedapat mungkin tampak menggiurkan ketika sedang berdansa, dan mempertunjukkan diri dengan segala  kemuliaan apa yang ….

.
.
.

…. Di sana-sini belukar hijau yang tertimpa sinar matahari menyibak diri dan memperlihatkan jurang yang tak tersinari di antaranya, mengangga seperti mulut binatang raksasa yang terbuka; ia tenggelam dalam bayangan, dan di dasarnya gelap dapat dilihat dengan samar-samar:

HAURITSA - ARE WE FRIEND? OR I JUST HAUNT YOU?

 jalan setapak sempit yang menghilang di kejauhan, pagar yang rusak, rumah musim panas yang runtuh, sebatang pohon liu yang melapuk, penuh dengan lubang, dan dari balik pohon liu itu sebatang pohon karagana yang kelabu dan rimbun menyurukkan tunggul ranting dan daunnya yang lebat, yang kacau, melilit-lilit dan melaju karena tumbuh di tengah belukar yang mengerikan; dan akhirnya cabang muda muda pohon mapel yang menjulurkan daun-daun hijau bagaikan cakar itu ke samping; di bawah salah-satu daun itu seberkas sinar matahari entah bagaimana tiba-tiba mengubahnya menjadi selembar daun yang tembus pandang, menyala, berseri-seri indahnya di tengah kegelapan yang rimbun. 

HAURITSA - ARE WE FRIEND? OR I JUST HAUNT YOU?

Di satu sisi, paling ujung kebun itu, beberapa pohon aspen yang tinggi dan tumbuh kira-kira setinggi pohon-pohon yang lain, menyimpan sarang-sarang burung rok yang besar sekali dipuncak-puncaknya yang gemetar. Cabang-cabang yang patah tapi tak terpotong seluruhnya menggelantung dari beberapa puncak bersama daun-daunnya yang melayu. Singkatnya, semua itu indah, seindah yang tak dapat diatur oleh alam ataupun seni, melainkan yang terjadi apabila semua itu menyatu, apabila pahat alam memberikan sentuhannya yang terakhir kepada tumpukan usaha manusia yang sering bodoh, meringankan himpunan yang berat itu, merusakkan simetri nyata yang sangat mentah dan alur-alur dikhayal secara canggung, dan pola yang tersembunyi itu menunjukkan diri dengan begitu telanjang, dan membagikan kehangatan yang mengagumkan kepada segalanya kepada segalanya yang telah diciptakan oleh kerapihan yang dingin dan terukur dengan hati-hati serta ketepatan akal. 

Sesudah melewati satu atau dua sudut, sampailah ….

.
.
.
Tapi Chichikov berpura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan Nozdryov itu, dan katanya seolah-olah tiba-tiba ia ingat akan sesuatu:

RACHMADI “RAMBO” - UNTITLED.

“o, ya, sebelum saya lupa, ada susuatu yang ingin saya tanyakan kepada Tuan.”
“Apa itu?
”Tapi berjanjilah dulu bahwa tuan akan melakukannya.”
“Tapi apa itu?”
“Tetapi berjanjilah dulu!”
“Tapi apa itu?”
Tuan harus berjanji dulu!”
“Baik.”
“Dengan sesungguh hati?”
"Dengan sesungguh hati.”
“Nah inilah soalnya. Saya kira Tuan punya banyak jiwa mati yang belum dicoret dari daftar sensus?”
“Ya, betul. Kenapa?”
“Serahkan itu kepada saya. Kepada nama saya.”
“Untuk apa Tuan memerlukannya?”
Ya, saya menghendakinya.”
“Tapi untuk apa?”
Yah, saya menghendakinya saja. Itu urusan saya. Singkatnya, saya membutuhkannya.”
“Ah, saya kira Tuan menyembunyikan sesuatu maksud. Coba ceritakan kepada saya. Apa itu?”


RACHMADI “RAMBO” - UNTITLED.

.
.
.

Dan seperti hantu saja, troika itu pun menghilang lagi dengan derak-derak yang gemuruh, di tengah awan debu.

Sungguh aneh, memikat, menggiurkan, dan indah kata ini: sebuah jalan terbuka itu: hari cerah, daun-daun musim gugur, udara sejuk - tutupkan jubah perjalananmu lebih rapat padamu, tekanlah topimu pada telingamu, rapatkan dirimu lebih dekat dan lebih hangat lagi di sudut! Untuk terakhir kalinya anggota badanmu bergetar, dan segera diikuti oleh kehangatan yang nyaman, Kuda-kuda berpacu. Dan kantuk pun membujuk! Kelopak matamu mengatup, dan di dalam tidurmu engkau mendengarkan alunan lagu salju tidak putih lagi, dan dengus kuda, dan derak-derik roda, dan engkau pun mendengkur, serasa mendengarkan teman seperjalanmu ke sudut. Engkau terbangun, lima perhentian telah tertinggal di belakang; cahaya bulan, kota yang aneh, gereja-gereja dan kubah-kubah kayu yang kuno dan puncak-puncak menara yang meremang hitam dan rumah-rumah bata yang putih. Berkas-berkas cahaya bulan tampak di sana-sini: tampaknya seperti saputangan lena putih yang tergantung pada dinding, di jalan kendaraan, di jalan-jalan; bayang-bayang sehitam arang memotongnya miring; atap-atap kayu yang tertimpa cahaya bulan bersinar seperti logam yang bercahaya redup, dan tak satu jiwa pun ada di sana.  Segala sesuatu sedang tertidur, kecuali barangkali sebuah cahaya yang berkelip-kelip di sebuah jendela kecil: seorang tukang yang sedang membetulkan sepatu botnya atau tukang roti yang sibuk dengan tungkunya ….


ABI RAMA - TAKE MY BREATH AWAY



.............................................


Komentar

Postingan populer dari blog ini

panah•TERARAH•panah

CELEBRATES INTERNATIONAL WOMEN’S DAY

.. . . . . ....

HIDUP MULIA atau mati SYAHID