Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

MEREKA JANG MENJADI KORBAN SIA-SIA.

.... , Ketika pasukan-pasukan R.I. bergerak mendekati Madiun, pasukan-pasukan R.K.I. jang mengundurkan diri dari kota Madiun bergerak menudju keselatan. Ditengah jalan mereka terpisah mendjadi dua kelompok besar, jaitu sekelompok pasukan jang terus bergerak keselatan dibawah pimpinan Musso, sedang lainnja dipimpin oleh Amir. Pasukan Amir ini demi melihat daerah turugval basis mereka dilereng gunung Wilis telah djatuh ditangan pasukan-pasukan R.I., maka Amir memimpin pasukannja menudju kearah Barat dan terus kembali membelok keutara melalui hutan-hutan dilereng gunung Lawu dengan tudjuan daerah purwodadi atau daerah tjepu, Rembang, dimana mereka akan mengharapkan akan mendapatkan perlindungan dan bantuan dari rakjat. Kisah bergeraknja pasukan-pasukan komunis jang dipimpin oleh Amir kearah utara ini adalah merupakan kisah jang benar-benar menjeramkan bulu roma. Disetiap desa atau tempat jang dilalui pasukan ini djumlah pasukan semakin besar, karena mereka memaksa penduduk, terutama pem...
................................ ............ ................ ......... ... ..................... II

Djakarta Raja // Partai-partai // Militer

Buku ini menjadi bagian cerita ketika saya dan ka Okty Budiati sedang dalam upaya membaca Sitor Situmorang pada bulan puasa kemarin, 2016 tepatnya, bersama Abang Sudita atau Bagas Fahri di Balai Budaya, Jakarta. Terimakasih untuk ka Okty yang sudah mengenalkan, aku suka bukunya. Dan aku tulis kembali secara mentah-mentah, karena aku suka. selamat membaca dengan hati yang gembira buku terbitan Indie Book Corner ini. Situasi Bergeser Ke kiri Pada 22 Juni 1955 berlangsung rapat Politbiro CC membahas Manifes Pemilihan Umum PKI. Rapat menghasilkan resolusi untuk pemilihan umum yang akan datang dan membentuk pemerintahan koalisi nasional. Hal ini dapat diartikan bahwa PKI mendorong perjuangan Parlementer. Meski begitu, PKI memandang pekerjaan Parlementer bukan sebagai pekerjaan partai yang pokok dan tidak memandang perjuangan parlementer sebagai satu-satunya bentuk perjuangan. PKI menjadikan Pemilu 1955 sebagai bahan analisis dalam melihat kekuasaan politik dalam negeri...